
Foto 1
Suasana Book's Days Out 5 di Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung, Sabtu, 13 Mei 2006Tidak seperti BDO sebelumnya, sebagai tuan rumah, aku merasa BDO kali ini terasa lebih
relax, meski beberapa hari sebelumnya, tenagaku cukup terkuras ngurusin JIFFest dan ScreenDocs Travelling di Bandung. Mungkin karena ini adalah BDO yang ke 5 kalinya dan BDO ke dua di tobucil, jadi aku bisa membayangkan seperti apa persiapan yang harus dilakukan. Selain itu, BDO kali ini jadi
moment yang istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun tobucil yang kelima dan
re-unite common room sebagai sebuah ikatan persahatan, keluarga dan juga organisasi. Bagiku yang seringkali sangat sentimentil,
moment ini jadi penanda untuk masuk ke fase berikutnya. Ya fase di tobucil, ya fase di Common room, ya fase perkongsian antara rumah buku, omuniuum dan tobucil sendiri.

Foto 2
Suasana obrolan pagi tentang Karl May Dalam Jagat Sastra Sunda di Garasi Common RoomPembicaraan tentang 'Karl May Dalam Jagat Sastra Sunda', mengawali BDO kali ini. Pandu Ganesa dari Paguyuban Karl May Indonesia, Hawe Setiawan redaktur Jurnal berbahasa Sunda Cupumanik, dan Kimung dari Minor Bacaan Kecil menjadi pembicara dalam obrolan yang dimulai pukul 10:30. Mba Ati mantan penyiar radio Mustika menjadi moderator dalam obrolan tersebut. Apa yang dibicarakan memberi warna tersendiri pada kemeriahan BDO 5. Sambil mendengarkan apa yang mereka obrolkan, aku dan cicik Ariani malah sibuk saling menggoda apalagi kalo bukan soal ‘demenan’ masing-masing. Boit sibuk menata buku-bukunya Omu yang delapan kotak itu sambil diseling mengasuh Bunga, anggota keluarga BDO termuda yang penampilan perdananya dimulai di BDO 5.

Aku sempat gendong-gendong Bunga, bayi 5 bulan itu sepanjang pagi menjelang siang. Teman-teman yang datang sempat bertanya-tanya ‘anak siapakah?’ aku jawab: ‘anakku’ hehehe tapi tak ada seorangpun percaya. Pemandangan yang menarik, sebagian orang sibuk membicarakan Karl May dalam jagat Sastra Sunda, sebagian sibuk memilih-milih buku, sebagian lagi sibuk saling menggoda dan bercanda tawa, sebagian lagi sibuk melayani para pengunjung dan sebagian lagi sibuk menikmati menu-menunya Q-meals. Suasananya terasa seperti piknik di halaman rumah teman. Hangat dan akrab. Belum lagi kecerahan pagi di antara rimbunnya pepohonan di Kyai Gede Utama membuat hari terasa begitu menyenangkan untuk di nikmati.

Foto 3 & 4
Suasana BDO 5 di antara keriuhan pengunjung
Sejak dibuka pukul 10:00 pagi tadi, pengunjung terus menerus berdatangan. Pelanggannya Omuniuum, rumah buku dan tobucil sendiri, tumpah ruah jadi satu di BDO 5. Selain itu, wajah baru juga banyak bermunculan. Orang-orang yang tak terlihat di BDO-BDO sebelumnya. Beberapa diantaranya datang dari Jakarta sekaligus menikmati akhir pekannya di Bandung. Garasi yang menjadi pusat keramaian di bagi menjadi dua zona. Pertama zona perdagangan alias untuk meja-meja display buku dan zona kedua untuk tempat ngobrol dan kongkow. Teras kecil di depan tobuci dengan tangga berundak dua itu juga terbagi tiga. Sebagian untuk jalan masuk ke tobucil, sebagaian untuk display buku dan sebagian untuk jalan masuk ke common room. Garasi common room yang ga terlalu luas itu, bener-bener terlihat compact dan padat berisi. Halaman luar di pasang dua buah tenda putih punya omuu untuk kasir dan stand makanan.

Foto 5
Gustaff memberikan sedikit pengantar pada pembukaan Pameran Sir. DandyBDO 5 selain trio ruku, omu dan tobucil, ada pustaka lana, lawang buku dan Q meals yang ikut berpartisipasi. Masing-masing mendapatkan stand dan bisa menjual buku-bukunya. Q-meals menyediakan menu favoritku: Spicy Tuna Pasta. Bayangkan, dalam sehari aku menghabiskan dua porsi spicy tuna pene, frank n blanket (hot dog), juice strawberry, ice lemon tea.. untungnya aku punya member IDnya Q-meals lumayan dapet potongan diskon 10 %. Terlalu asyik dengan menunya Q-meals, aku sampai lupa makan nasi kuningku yang dibeliin Ani buat sarapan tadi pagi.

Foto 6
Sir. Dandy dan Rudolfo Eduardo Gonzales a.k.a tanto sedang membuka ruangan pameran diikuti kru Bandung TVRumah buku membawa buku-buku jualannya termasuk juga menjual buku-buku rentalnya yang menurut dia ga banyak dipinjem orang. Omuu membawa sembilan puluh persen koleksinya di BDO 5 kali ini. Karena Omuu akan pindahan toko dan tempat barunya belum siap. Jadi Omuu akan tutup paling lama 2 bulan sampai renovasinya jadi dan Omuu akan buka dengan konsep baru. Sementara tutup, Omuu akan menitipkan buku-bukunya di tobucil. Lawang buku, membawa buku-buku tentang Sunda dan Pustaka lana membawa buku-buku anak-anak. Tobucil sendiri, memberi diskon khusus selama BDO 5 dari 15% sampai 50 % dan menjual beberapa buku dengan harga khusus. Alhamdulillah, hari ini pendapatan memecahkan rekor dalam sejarah tobucil. Sepuluh kali lipat dari pendapatan rata-rata setiap harinya. Sangat lumayan di masa-masa perdangangan yang sulit seperti sekarang ini.

Foto 7
Oke Rosgana 'Mater Yoyo' sedang beraksi diiringi oleh DJ Dante Von KellySetelah obrolan pagi tentang Karl May, Pustaka lana mengisi hari ini dengan story telling dan bermain bersama anak-anak. Sementara di dalam Common Room sendiri, tanto dan ismet sibuk mendisplay karya-karya Sir Dandy yang pamerannya dibuka pada pk. 16:00. Aku senang, karena banyak teman-teman yang lama tak bertemu, berdatangan dan ikut menikmati keceriaan hari ini. Salah satunya Dea. Aku rindu sekali pada anak itu. Dia bilang dia ga sempat potong rambut, kesibukan menyusun tugas akhir dan jarak Bandung Jatinangor membuat rambutnya tumbuh sampai sebahu. Tapi dea terlihat lebih anggun dan cantik dengan rambut panjangnya. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku tanyakan, tapi aku memutuskan untuk tidak menanyakannya. Biarlah itu menjadi urusan ayahnya dan papi saja. Aku ga mau melihat dea sedih gara-gara hal itu. Yang jelas aku senang karena akhirnya dea akan menerbitkan buku pertamanya. Tadi juga sempat ngobrol dengan Dani dan Kimung dari Minor books soal rencana penerbitan bukunya dea. Dengan senang hati aku bersedia membantu baik dari produksi dan promosinya. Bagiku, bakat seperti dea perlu didukung dan aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk mendukung dea. Yang jelas BDO 5 ini mempertemukan aku kembali dengannya setelah lebih dari satu tahun tak bertemu.

Foto 8
Sabtu senja di Book's Days Out 5Menjelang sore sesudah waktu ashar tiba, Gustaff mulai menyiapkan peralatan DJnya dan juga sound system untuk pembukaan pameran sir dandy. Lagu-lagu St. Etienne, membuat matahari sore yang menembus sela-sela pohon mahoni di sepanjang kyai gede, menjadikan sore terasa berkilau dalam kesejukkannya. Pembukaan pameran Sir Dandy diiringi dengan lagu-lagu yang dipilih gustaff dari power booknya. Teman-teman Sir dandy mulai berdatangan. Beberapa di antaranya aku kenal. Helvi dan keluarganya, Adi Gembel dengan sepedanya, niang dan leyla, dxxxt. Dengan kesederhanaan karyanya dan suasana akrab, pameran dibuka. Persembahan yang cukup ditunggu-tunggu oleh banyak orang adalah atraksi permainan yoyo oleh oke rosgana untuk memeriahkan acara pembukaan pameran. Diiringi musik yang khusus dipilih gustaff, Oke mulai beraksi. Yoyo yang ditekuninya sejak dibangku kuliah, membawa oke keliling dunia dan dikenal sebagai pemain yoyo dunia mungkin satu-satunya yang mewakili Indonesia. Atraksi Yoyo yang dimainkan Oke wajar saja memukau semua yang hadir di BDO 5 bahkan satpam-satpam setempat karena Oke bisa membentuk tali yoyonya menjadi bermacam bentuk, seperti sepeda, dasi, tanpa membuat yoyonya terjatuh. Sayangnya, tidak mudah untuk mulai mengikuti jejak Oke bermain yoyo. Terutama, karena yoyo yang menurut oke bagus untuk dimainkan, tidak bisa didapatkan di dalam negeri. Oke sendiri sampai saat ini masih menggunakan yoyo yang di dapat dari luar negeri.

Foto 8
Sangking capenya, cicik bisa tidur dengan posisi yang akrobatikMusik masih terus dimainkan. Setengah tujuh malam, BDO mulai beres-beres untuk tutup. Sampai semua kru BDO bubar, Gustaff, Dxxxt, xonad, niang, khemod, dan beberapa orang yang aku ga tau namanya, masih asyik menikmati kongkow di garasi, musik dari powerbooknya gustaff masih terus mengalun, mengiringi obrolan mereka yang nampak asyik. Aku memilih pulang, karena banyak hal lain yang harus di lakukan di hari minggu. Pulang dan beristirahat adalah pilihan terbaik untuk menutup hari ini. Masih banyak kesenangan yang bisa diraih dengan kebugaran badan ketika bangun esok hari. (
tarlen)